Samsung Tawarkan Kecerdasan Internet of Things (IoT) Terbuka dan Cerdas

Pada tahun 2017, Samsung melakukan penelitian dan pengembangan inovasi loT dengan biaya  US$14 Milyar untuk menghasilkan aplikasi SmartThings  sehingga seluruh perangkatnya saling terhubung dan  akan memiliki kecerdasan pada tahun 2020.

Acara Consumer Electronics Show (CES) 2018 menjadi ajang untuk Samsung menyampaikan visi dan strategi pengalaman loT. Samsung menunjukkan kemampuan unik untuk membuat koneksi mulus pengalaman konsumen melintasi perangkat di rumah, kantor, dan di perjalanan.

Seluruh produk Samsung siap IoT pada tahun 2020 dan juga mengumumkan rencana meningkatkan pengadopsian IoT melalui platform terbuka yang konsisten, dan cerdas. “IoT harus menjadi semudah membalikkan telapak tangan. Dengan produk dan layanan baru Samsung akan membuat IoT semakin mudah dan semakin tanpa gangguan,” kata Hyunsuk (HS) Kim, President, Head of Samsung’s Consumer Electronics Division and Samsung Research.

Hyunsuk menyampaikan komitmen Samsung dalam mempercepat pengadopsian IoT untuk semua orang dan membuat cerdas seluruh perangkat Samsung yang saling terkoneksi pada 2020. Peningkatan ini akan membantu konsumen mendapatkan manfaat dari kehidupan yang saling terhubung dengan lancar dan mudah.

Apa yang ditawarkan Samsung? Filosofi IoT Samsung dibangun di atas inovasi terbuka, sehingga membuatnya mudah diakses oleh lebih banyak orang dan ketika ditingkatkan kecerdasannya, dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan setiap orang.

Perlu diketahui, ekosistem yang  terpisah-pisah dan rumit menjadi salah satu tantangan pengadopsian IoT. Oleh karena itu, IoT membutuhkan perhitungan dan inovasi yang terbuka agar lebih mudah digunakan dan diakses.

Untuk merealisasikan hal itu, Samsung memiliki posisi terbaik untuk memberikan sebuah ekosistem IoT terbuka melalui SmartThings, karena memiliki ortfolio produk-produk lengkap termasuk diantaranya TV, perangkat rumah dan smartphone, apalagi ditunjang kepemimpinan Samsung dalam koneksi 5G.

Saat ini, Samsung sedang bekerjasama dengan mitra seperti Open Connectivity Foundation (OCF) untuk menentukan standar industri. OCF adalah badan standardisasi IoT terbesar di dunia dan chip ARTIK, AC, dan kulkas Family Hub milik Samsung telah disertifikasi oleh asosiasi tersebut atas bagaimana komponen-kompnonen di dalamnya saling berinteraksi,seperti yang diperlukan pada teknologi IoT.

Pada musim semi 2018, Samsung akan menyatukan aplikasi IoT-nya, seperti Samsung Connect, Smart Home, Smart View dan lainnya ke dalam aplikasi SmartThings untuk menghubungkan dan mengontrol perangkat apapun yang terhubung dengan SmartThings langsung dari telepon, TV, ataupun mobil, hanya melalui satu aplikasi.

Menariknya, Samsung berencana menghubungkan HARMAN Ignite ke SmartThings Cloud, memindahkan pengalaman IoT dari rumah  ke mobil, sehingga konsumen dapat mengatur peralatan di rumah yang sudah saling terkoneksi dari mobil ataupun sebaliknya. Visi Samsung untuk membuat perangkatnya saling terhubung dengan kecerdasan meningkat. Seperti Bixby, layanan cerdas yang personal ke lebih banyak perangkat.

Pada tahun 2018, Samsung Smart TV pilihan dan kulkas Family Hub terbaru akan memiliki kontrol suara via Bixby untuk membuat pekerjaan rumah sehari-hari lebih ringan. Perangakat dengan layanan yang saling bekerjasama serta kecerdasan yang ditingkatkan, membuat aktivitas di rumah menjadi lebih mudah.

Demi keamanan dalam penggunaan, Samsung memasukkan teknologi Samsung Knox ke dalam perangkat yang saling terhubung, misalnya Smart TV, Smart Signages, produk mobile tambahan dan Smart Appliances. Teknologi Knox meliputi sistem keamanan hardware serta pembaruan firmware untuk membantu memastikan bahwa semua perangkat yang saling terkoneksi terlindungi.

Untuk mempercepat transformasi menjadi perusahaan hardware dan software terpadu, Samsung meningkatkan investasi melalui Samsung NEXT dan membangun sebuah Artificial Intelligence (AI) Center baru sebagai bagian konsolidasi dari unit Samsung Research. AI Center yang mencakup empat laboratorium di Toronto, Montreal, Cambridge (UK) dan Rusia pada tahun 2018, menggandeng proyek Samsung di Korea dan Silicon Valley dan kegiatan M&A perusahaan dalam mendorong ambisi AI ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *