Blibli.com Prakarsai Kompetisi Creativepreneur Muda Indonesia

Dalam upaya mempersiapkan para creativepreneur muda Indonesia skala usaha mikro kecil menengah (UMKM) menuju  era digital khususnya e-commerce, Blibli.com menggelar kompetisi bernama The Big Start Indonesia.

The Big Start Indonesia mencari creativeprenur muda Indonesia berkualitas dan profesional dalam bidang usahanya. Pada bulan Agustus  kegiatan roadshow digelar ke kota-kota besar di Indonesia seperti Yogyakarta, Bali, Bandung dan Jakarta  selama masa pendaftaran peserta. Kegiatan Roadshow ini juga dipakai untuk mendekatkan diri kepada para creativepreneur.

The Big Start Indonesia juga menggelar berbagai workshop, success story dari local heroes serta menggelar local market guna memberikan pandangan-pandangan baru, menambah inspirasi dan mempertemukan para creativepreneur lokal dengan komunitas.

Sekitar 20 ribu creativepreneur terjaring, kemudian diseleksi untuk memilih 20 finalis dari top 100 yang berhasil melewati babak kurasi dari para kurator.

Bagi peserta yang menjadi finalis akan melewati babak karantina di Jakarta mulai 5-19 Oktober 2017. Kemudian akan dipilih 3 terbaik dan berhak memenangkan hadiah total sebesar 1 miliar rupiah.

I Gusti Ayu Fadjar, Senior Vice President of Marketing Blibli.com menjelaskan kompetisi ini sangat penting sebagai upaya membuka kesempatan lebih luas dan menumbuhkan rasa optimisme pelaku industri kreatif lokal bahwa produk mereka bisa menjadi produk bersaing secara nasional dan pada akhirnya mereka dapat menjadi inspirasi bagi sekelilingnya.

Sementara Kusumo Martanto, CEO Blibli.com mengatakan “Blibli.com sebagai e-commerce asli Indonesia sangat peduli dengan kemajuan UMKM di Indonesia.”

Kusumo menyatakan bahwa UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia, pertumbuhannya sangat pesat, transformasi sudah terjadi dimana mereka telah menjual produknya melalui channel online, targetpun dipatok  pemerintah bahwa akan ada total 8 juta UMKM yang Go Online di tahun 2020.

“Ini bukan hal main-main, sehingga sangat penting agar UMKM di Indonesia tidak tergerus perkembangan teknologi dan dipersiapkan dengan benar sejak awal memasuki era digital.” tambahnya.

The Big Start Indonesia sudah digelar sejak tahun lalu. Antusias peserta sangat besar, hal ini menunjukkan masih banyak UMKM di Indonesia yang  haus akan pembekalan pengetahuan dan pelatihan tentang ilmu pemasaran digital hingga akses pasar yang lebih luas.

Program ini, sudah disiapkan pelatihan-pelatihan, hingga ruang usaha bagi produk mereka di Blibli.com untuk mereka yang masuk di Top 100 dan bagi para finalis akan diberikan pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan dijamin bahwa produk mereka akan terdaftar di HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah para UMKM sehingga bisa tumbuh dari kecil ke menengah, dari menengah menjadi besar.

Daniel Mananta, creativepreneurs muda Indonesia sekaligus Founder & CEO DAMN! I Love Indonesia dan juga didaulat sebagai juri di The Big Start Indonesia tahun ini menyatakan DAMN! I Love Indonesia, juga dimulai dari inovasi dan orisinalitas.

Biasanya para creativepreneurs hanya fokus pada ‘dagang’ saja dan kurang mengetahui efisiensi penjualan melalui platform e-commerce, bagaimana memaksimalkan fungsi media sosial, pengelolaan keuangan, hingga pengetahuan perhitungan pajak, hukum/peraturan dan lain-lain.

“Dengan adanya The Big Start Indonesia, semua itu yang akan dibekali kepada para finalis. Selain itu, disini bukan hanya dinilai punya modal produk bagus, tapi juga uniqueness, innovation, creativity, originality, marketability serta jiwa creativeppreneur sejati juga akan teruji,” ujar Daniel.

Selain itu jajaran juri lainnya akan ada Renitasari Adrian selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Stephanie Yoe selaku Venture Partner of Fenox VC & Corporate Strategy & Business Development of JAPFA Group dan munculnya juri baru di tahun ini Leonard Theosabrata selaku founder Indoestri, co-founder The Goods Dept, co-founder Brightspot Market.

Program ini didukung sepenuhnya oleh BCA, Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO), Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Bakti Budaya Djarum Foundation, GO-JEK Indonesia, Podomoro University, Lenovo, So Good Food, Google, Youtube, Facebook, Instagram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *