IM3 Ooredoo Goes to Campus 2017 Sebagai Jembatan Kesenjangan Digital di Indonesia

Indosat Ooredoo gelar kegiatan IM3 Ooredoo Goes to Campus untuk menjembatani kesenjangan digital di Indonesia. Kegiatan ini memilih delapan mahasiswa-mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di luar Jawa sebagai pemenang projek inovasi terbaik dan berkesempatan bertemu, berdiskusi dan mempresentasikan projek mereka di hadapan CEO Indosat Ooredoo.

IM3 Ooredoo Goes to Campus sebagai program unggulan yang dilatarbelakangi kepedulian perusahaan atas kesenjangan pemahaman dan pengalaman digital antara kalangan generasi muda di Pulau Jawa dengan di Luar Jawa. Indosat bersemangat  untuk menjadi jembatan literasi digital, karena itu program IM3 Ooredoo Goes to Campus digelar di luar Jawa di seluruh wilayah Indonesia.

Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo berharap generasi milenial di luar Jawa menjadi lebih melek digital untuk selanjutnya dapat memanfaatkan tren digital ini bagi sesuatu yang lebih produktif. Alex menambahkan bahwa Indosat merasa bangga dapat memfasilitasi, menampung gagasan dan pemikiran-pemikiran inovatif anak-anak muda dari berbagai wilayah di Luar Jawa. Mereka merupakan bagian dari generasi milenial yang menghadapi berbagai tantangan digital di wilayahnya masing-masing.

Program ini menggelar seminar literasi digital di berbagai kampus dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga ke Papua. Indosat mengundang para mahasiswa dan mahasiswi untuk mengembangkan dan menuangkan ide-ide inovatif terkait digital ke dalam proposaluntuk dinilai Indosat Ooredoo.

Jika terpilih, mereka berhak mendapat kesempatan bekerja selama tiga bulan di Indosat Ooredoo dibawah bimbingan para manajer yang bertindak sebagai mentor dan teman diskusi. Para peserta dapat meningkatkan kemampuan berkolaborasi dan berfikir kritis dalam sebuah lingkungan kerja yang kreatif dan dinamis.

Pada April 2017 lalu, tim program menyambangi 14 kota dan mendapatkan 2.500 pelamar. Tim Talent Acquisition berkolaborasi dengan Tim Marketing melakukan seleksi dan menentukan 53 peserta lolos seleksi dan mewakili kota-kota di luar Pulau Jawa seperti Batam, Medan, Padang, Lampung, Bengkulu, Jambi, Palembang, Bangka Belitung, Samarinda, Pontianak, Manado, Makassar dan Jayapura. Seluruh peserta melaksanakan kerja praktik selama bulan Juni hingga Agustus 2017 di kota asal mereka.

Pada akhir periode program, delapan peserta terbaik dipilih sebagai kesempatan pertama mendapatkan badge digital yang diverifikasi Tim Talent Management Indosat Ooredoo. Melekatnya badge digital di para peserta membuatnya menjadi bagian dari sistem komunitas talenta untuk bersama-sama dengan Indosat Ooredoo membangun bangsa Indonesia yang digital.

Peserta juga berkesempatan mempelajari hal-hal baru di dunia digital dan melanjutkan tantangan untuk bisa menyuarakan ide-ide inovatifnya di depan CEO, CHRO dan CMO Indosat Ooredoo secara langsung. Menariknya, setiap peserta terbaik dapat merasakan langsung suasana kerja yang kreatif dan dinamis di salah satu perusahaan digital telko terbaik di Indonesia.

Afifah Putri Amanda, salah satu peserta terbaik dari Universitas Muhammadiyah Palembang mengutarakan, ”Benar-benar seru dan menyenangkan, kami bisa menambah wawasan dan jadi lebih open minded untuk menghadapi dunia kerja yang sebenarnya”. Hak yang sama dialami oleh Yudi Hamdani dari Universitas Sumatera Utara menyampaikan, ”Sangat luar biasa, mendapat banyak masukan baik dari sisi keilmuan, juga informasi terbarukan perihal dunia digital, mendapat relasi lebih luas, juga berbagai macam pengetahuan praktis lain yang tidak kami peroleh di bangku kuliah, serta memotivasi kami untuk senantiasa berusaha menjadi lebih baik lagi setiap harinya.”

Delapan peserta terbaik program IM3 Ooredoo Goes to Campus 2018 adalah Yudi Hamdani, Universitas Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara; Aprimawita, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat; Fatina Rosa, Universitas Tridinanti, Palembang, Sumatera Selatan; Diasti Adytia Putri, Universitas Pasundan, Palembang, Sumatera Selatan; Afifah Putri Amanda, Universitas Muhammadiyah Palembang, Palembang, Sumatera Selatan; Elvira Muthia Daulay, Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan; Jabal Noor, Universitas Hasanudin, Makassar, Sulawesi Selatan; Ekky Rizqia, Universitas Hasanudin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *