XL Gelar Gerakan Donasi Kuota Masyarakat untuk Pendidikan di Indonesia

Layanan internet cepat harus dapat segera dimanfaatkan untuk membantu memecahkan berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kualitas pendidikan dan hidup masyarakat hingga ke pelosok daerah di Indonesia. Untuk

Program “Gerakan Donasi Kuota” (GDK) XL Axiata merupakan upaya menggalang partisipasi pelanggan dan masyarakat luas untuk secara sukarela mendonasikan kuota miliknya. Donasi kuota tersebut selanjutnya akan disalurkan guna peningkatan kualitas pendidikan sekolah di berbagai pelosok Indonesia.

Presiden Direktur/CEO XL Axiata, Dian Siswarini  menyampaikan program ini ingin mengajak masyarakat dan pelanggan XL Axiata untuk secara aktif berpastipasi memajukan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia yang berada di berbagai pelosok daerah, termasuk di daerah kategori terdepan, tertinggal, dan terjauh.

Dian berharap donasi kuota akses internet dan data dari pelanggan dan masyarakat, diharapkan mampu memberikan kesempatan anak-anak Indonesia mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik, serta menjadi sarana mempersiapkan mereka memasuki era digital.

Akses internet cepat menjadi salah satu sarana vital bagi pemerintah dalam upaya meningkatkan dan memeratakan kualitas pendidikan Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, “Kami menyambut baik dukungan dan partisipasi masyarakat dari semua elemen dan dunia usaha dalam Gerakan Donasi Kuota ini. Pembangunan yang merata hingga di pelosok daerah akan mampu memajukan kualitas hidup masyarakat Indonesia, yang pada akhirnya akan berkontribusi meningkatkan ketahanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Pelanggan XL bisa secara sukarela mendonasikan kuota paket data Xtra Combo miliknya berapapun besarnya. Caranya, akses UMB *123*888# kemudian pilih kuota yang ingin didonasikan. Kuota yang didonasikan akan mengurangi Kuota Utama Paket Xtra Combo pelanggan.

Sementara XL Axiata mendorong program ini dengan cara mengalokasikan kuota sebesar 25 MB untuk setiap pembelian dan isi ulang paket data Xtra Combo pelanggan. Alokasi kuota ini tidak akan memotong kuota yang dibeli pelanggan. Akumulasi kuota data sumbangan pelanggan dan alokasi dari XL Axiata selanjutnya disalurkan dengan pembagian ke setiap sekolah penerima donasi kuota sebesar 20GB/bulan selama setahun. Untuk siswa, akan ada donasi sebesar 100MB/bulan selama setahun.

Tahap awal, XL Axiata menargetkan akan mendonasi kuota ke sedikitnya 5.000 sekolah di berbagai wilayah selama tahun pertama. Donasi kuota ini diharapkan membantu ratusan ribu siswa mendapatkan manfaat dari program di tahun pertama. Program ini diharapkan  mampu memfasilitasi sebagian besar sekolah yang berada di dalam area jangkauan layanan data XL, baik 3G maupun 4G LTE.

Mekanisme penyaluran kuota donasi akan dilakukan dengan menyertakan perangkat mobile broadband atau router XL Home sehingga bisa dibagikan secara simultan ke 32 perangkat smartphone atau laptop yang digunakan para siswa dan pengajar. Mekanisme ini sekaligus untuk memastikan donasi bisa dimanfaatkan secara efektif dan kolektif, selain juga penerapan sistem pengawasan yang tertuang dalam perjanjian antara XL Axiata dengan setiap sekolah penerima donasi.

Agar program ini tepat sasaran, XL Axiata menjalin kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Data sekolah calon penerima donasi disesuaikan dengan roadmap pemerintah dalam penerapan digitalisasi untuk sekolah setingkat SMA/SMK.

Untuk penyaluran donasi kuota akan disesuaikan dengan ketersediaan jaringan data internet cepat XL di berbagai daerah. Berdasarkan data saat ini sudah lebih dari 400 kota telah terjangkau layanan data, termasuk lebih dari 336 kota terjangkau layanan 4G LTE.

Kota Sabang. Pulau Weh, Provinsi Aceh mejadi salah satu kota yang mendapatkan Program GDK. Kota ini merupakan salah satu titik terluar wilayah Republik Indonesia, tepatnya titik paling Barat. Masyarakat kota ini sudah bisa menikmati layanan internet cepat 4G LTE XL Axiata sejak 17 Agustus 2017 lalu. Sekolah SMA/SMK di Sabang akan mendapatkan manfaat dari program ini, yaitu SMAN 1 Sabang, SMAN 2 Sabang, SMAS Islam Al-Mujadshid, SMKN 1 Sabang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *